6 Cara Membuat Rumah Sehat, Kunci Keluarga Sehat

Main Posts Background Image

Main Posts Background Image Desain Interior Rumah Huni Anda

Selasa, 05 Maret 2019

6 Cara Membuat Rumah Sehat, Kunci Keluarga Sehat

Setiap orang pasti menginginkan hunian yang baik dan sehat untuk keluarganya. Menjaga rumah agar selalu bersih dan sehat memang memerlukan perhatian seluruh penghuni rumah. Rumah sehat dapat diciptakan mulai dari proses perancangan rumah hingga bagaimana kita merawatnya.

Rumah sehat tidak hanya terbatas dari menjaga kebersihannya saja, namun dari pemilihan material yang digunakan dalam rumah, ukuran ruangan, sumber air, toilet, pengolahan sampah, luas bangunan, dan kondisi lingkungan sekitar.

Dikutip dari haibunda.com, menurut pengurus aset organisasi IDI (Ikatan Dokter Indonesia), dr UIul Albab SpOG ukuran rumah mempengaruhi kesehatan keluarga.

“Misal, kita punya tanah 100 meter. Luasan tanah tersebut dibagi untuk bangunan, kemudian jumlah kamar dan luasannya dihitung dari jumlah penghuninya. Itu juga menentukan dan berhubungan dengan kesehatan rumah dan keluarga," papar dr Ulul di sela-sela peluncuran Nippon Spot-Less Plus di Sekretariat PB Ikatan Dokter Indonesia, Menteng, Jakarta.

Berdasarkan riset dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia di tahun 2006 melaporkan hanya 43,89 persen rumah yang kondisinya memenuhi syarat sehat untuk tingkat nasional. Lalu kondisi pembuangan limbah yang memenuhi syarat sebanyak 62,11 persen dan kondisi jamban yang memenuhi syarat 46,54 persen. Miris bukan?

Apa saja sebenarnya ciri-ciri dari rumah sehat?
  1. Kering dan tidak lembab
  2. Bersih dari berbagai macam kuman
  3. Tidak memiliki perabotan yang berbahaya
  4. Bebas hama dan hewan pengganggu
  5. Terawat
Untuk mencapai rumah yang sehat, ada berbagai cara yang bisa kita lakukan. Berikut cara untuk membuat rumah selalu bersih, sehat, dan terawat.

Hindari Menggunakan Material yang Berbahaya

Atap Rumah Asbes
Sumber : shutterstock.com

Rumah yang sehat juga harus mulai dipikirkan mulai dari saat pembangunan rumah. Pemilihan material yang digunakan harus kita pastikan aman dan bebas dari bahan kimia yang berbahaya. Karena ada kemungkinan material yang kita gunakan di rumah dibuat dengan bahan kimia yang berbahaya.

Contoh dari material yang berbahaya adalah penggunaan asbes sebagai atap atau plafon. Asbes terbuat dari grup mineral metamorfosis yang memiliki fiber. Beberapa jenis fiber asbes jika dihirup dapat menimbulkan beberapa penyakit, seperti kanker. Oleh sebab itu penggunaan asbes sebagai atap sudah dilarang di beberapa negara.

Material yang mengandung zat PVC juga dapat mengeluarkan gas yang bisa memicu berbagai penyakit. Beberapa cat dinding sintetik dan thinner juga memiliki bahaya bagi kesehatan penghuni rumah. Maka, selalu periksa dan kenali material yang digunakan untuk rumah kita.

Ventilasi Udara dan Pencahayaan Yang Baik

Selain oksigen, ternyata banyak partikel atau zat lain juga yang kita hirup saat bernapas. Itulah sebabnya rumah kita memerlukan sistem sirkulasi udara yang baik. Jika rumah kita sudah memiliki sistem sirkulasi udara yang baik, barulah rumah kita bisa dikatakan sebagai rumah sehat.

Jendela Rumah
Sumber : google.com

Rumah sehat yang memiliki sistem sirkulasi udara yang baik adalah rumah yang memiliki jumlah bukaan dan ventilasi yang cukup. Sesuaikan jumlahnya dengan kebutuhan rumah masing-masing ya. Ukuran untuk sebuah ventilasi minimal sebesar 5% dari luas ruangan. Pastikan juga sirkulasi rumah bersifat cross ventilation, sehingga udara dalam ruangan bisa beregenerasi dengan udara di luar.

Tahukah kamu, apa itu cross ventilation? Cross ventilation adalah sistem sirkulasi udara yang memiliki dua bukaan berupa jendela atau pintu yang letaknya saling berhadapan di dalam satu ruangan. Ventilasi ini bekerja dengan memanfaatkan perbedaan zona bertekanan tinggi dan rendah yang tercipta oleh udara.

Selain sebagai ventilasi udara, jendela juga bisa menjadi jalur masuknya cahaya matahari. Semakin besar jendela, semakin banyak juga cahaya matahari yang bisa masuk. Cahaya matahari yang masuk dapat menghilangkan udara lembab dan membuat ruangan menjadi kering.

Berikan perhatian lebih pada ruangan-ruangan yang memiliki polusi udara tinggi, contohnya seperti dapur dan kamar mandi agar udara kotor dapat berganti dengan udara bersih.

Rumah yang memiliki banyak bukaan dan jendela bisa menjadi rumah yang lebih hemat listrik. Sirkulasi udara yang baik bisa membuat rumah lebih sejuk sehingga bisa mengurangi penggunaan kipas angin. Selain itu, dengan banyaknya cahaya yang masuk bisa mengurangi penggunaan lampu pada siang hari. Rumah kita jadi lebih hemat energi dan ramah lingkungan deh.

Pastikan Tempat Penyimpanan Makanan Higienis dan Bebas Hama

Lemari Penyimpanan Bersih
Sumber : google.com

Lemari penyimpanan makanan harus kita pastikan selalu higienis dan bebas dari hama seperti kecoa, rayap, dll. Menggunakan pestisida tentunya bisa saja dilakukan, namun pestisida bisa menyisakan bahan kimia pada rumah. Lebih baik kita mencegahnya bukan?

Agar lemari penyimpanan makanan tetap bersih, rutinlah untuk selalu membersihkannya. Pastikan tidak ada makanan yang sudah busuk atau rusak ada dalam lemari penyimpanan. Pastikan juga lemari penyimpanan selalu kering. Jika menggunakan lemari penyimpanan dari kayu, pastikan juga sudah dilapisi dengan anti rayap sehingga akan terbebas dari serangga.

Rutinlah Membersihkan Rumah

Menjaga Kebersihan Rumah
Sumber : shutterstock.com

Menjaga kebersihan rumah sangat penting dalam menciptakan rumah sehat. Rumah yang sehat selalu dibersihkan setiap hari. Menyapu dan mengepel lantai, membersihkan perabotan, membersihkan kamar mandi, dll. Perlu juga dilakukan pembersihan rutin dengan skala besar minimal 1 bulan sekali.

Apa saja sih yang dibersihkan? Mulai dari tanaman di taman (seperti memotong tanaman liar, dll), kolam ikan atau kolam renang, pembersihan gudang, dll. Kegiatan pembersihan bisa dilakukan sedikit demi sedikit agar tidak terasa terlalu berat.

Pengolahan Limbah Dan Penyaringan Air Dalam Rumah

Pembiasaan Memilah Sampah Sejak Dini
Sumber : sahabatnestle.co.id

Pengolahan limbah rumah tangga yang tidak tepat dapat menjadi awal sumber bakteri dan berbagai permasalahan kesehatan lainnya. Jadi, pastikan rumah kita memiliki pengolahan limbah yang baik.

Gunakanlah septic tank yang sesuai dengan standar dan kebutuhan sehingga tidak akan mencemari tanah dan air di sekitar. Pastikan juga kita memiliki pemisahan sampah sederhana dalam rumah. Pisahkan sampah organik, anorganik, sampah B3, serta barang bekas yang masih bisa digunakan. Ingatlah untuk selalu menutup tempat sampah dan mengosongkannya secara berkala.

Air yang ada dalam tanah atau ledeng belum tentu bersih. Terkadang air tersebut memiliki kandungan yang berbahaya bagi tubuh kita, contohnya adalah klorin yang bisa menyebabkan kanker jika digunakan secara berlebihan. Maka, pastikanlah setiap saluran air di rumah kita sudah memiliki sistem penyaringan yang baik.

Untuk air yang dikonsumsi, kita bisa menggunakan karbon aktif untuk membunuh semua zat yang bersifat beracun. Langkah ini akan membantu rumah kita semakin dekat dengan rumah sehat. Oiya, ingat untuk memasak air terlebih dahulu jika air tersebut diambil dari air tanah.

Rumah yang sehat dapat tercipta jika seluruh anggota keluarga berpartisipasi dalam mewujudkannya. Teruslah menjaga kebersihan rumah, kebersihan rumah adalah kunci utama dalam menciptakan rumah daan keluarga sehat. ▪ AaH

Tidak ada komentar

Posting Komentar

Error 404

The page you were looking for, could not be found. You may have typed the address incorrectly or you may have used an outdated link.

Go to Homepage