Mengolah Limbah Rumah Tangga, Berpartisipasi Mengurangi Sampah Di Dunia

Main Posts Background Image

Main Posts Background Image Desain Interior Rumah Huni Anda

Selasa, 26 Februari 2019

Mengolah Limbah Rumah Tangga, Berpartisipasi Mengurangi Sampah Di Dunia

Salah satu masalah pencemaran lingkungan yang paling kritis pada saat ini adalah masalah sampah. Sampah yang dibuang sembarangan dan tanpa pengolahan yang baik dapat menimbulkan berbagai macam bencana, seperti banjir, penyebaran kuman dan sumber penyakit, hingga kepunahan spesies hewan.

Tahukah kamu? Dalam sehari, setiap orang dapat menghasilkan sampah sebanyak 500-800 gram. Jika populasi manusia sebanyak 200.000 jiwa, maka sampah yang mungkin dihasilkan sebanyak 100-160 ton per harinya.

Limbah atau Sampah memiliki banyak jenis, ada yang berbentuk padat, cair, dan gas. Sampah berasal dari sisa barang atau benda yang tidak digunakan lagi oleh manusia. Sampah bisa dihasilkan dimana saja, namun salah satu penghasil sampah terbanyak berasal dari limbah kegiatan rumah tangga.

Indonesia merupakan penyumbang sampah plastik terbanyak ke-2 di dunia! Maka, tanggung jawab pengolahan sampah tidak hanya ada pada satu orang atau kelompok saja, melainkan tanggung jawab bersama. Kita bisa mulai dari hal-hal sederhana yang dapat dilakukan dirumah.

Yuk simak berbagai cara sederhana untuk mengurangi dan mengolah sampah yang dihasilkan dari kegiatan rumah tangga.

Kenali Berbagai Macam Jenis Sampah

Macam-Macam Sampah
Sumber : freepik.com

Sampah memiliki berbagai macam bentuk dan jenis nya. Selain dibedakan berdasarkan bentuknya yaitu padat, cair dan gas, sampah juga dibedakan menjadi sampah organik, anorganik, serta sampah berbahaya/beracun. Sebelum kita memulai untuk mengolah limbah rumah tangga, yuk kita kenali secara lebih detail tentang berbagai jenis sampah.

Sampah Organik

Sampah organik merupakan sampah rumah tangga yang berasal dari makhluk hidup yang dapat terurai dengan baik di alam. Sampah organik juga dibedakan lagi berdasarkan banyaknya kandungan air dalam sampah, yaitu sampah organik basah dan sampah organik kering.

Sampah organik basah berasal dari sisa-sisa bahan makanan maupun sisa makanan yang tidak habis dimakan, seperti buah-buahan, sayur, nasi, ampas teh, dan lauk-pauk. Sedangkan, sampah organik kering biasanya berupa daun-daunan, tangkai/ranting tanaman, serbuk kayu, dll.

Sampah Anorganik

Kebalikan dari sampah organik, sampah rumah tangga anorganik bukan berasal dari makhluk hidup. Sebagian besar sampah rumah tangga anorganik adalah plastik, Styrofoam, logam, dan kaca. Sampah anorganik sangat susah diurai oleh alam karena proses dekomposisinya yang membutuhkan waktu bertahun-tahun. Bahkan, sampah plastik dan Styrofoam membutuhkan waktu hingga ratusan hingga ribuan tahun.

Sampah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3)

Kaleng bekas cat atau semprotan obat nyamuk, baterai, deterjen, bola lampu, termasuk kedalam sampah bahan berbahaya dan beracun (B3). Sampah B3 biasanya mengandung bahan-bahan kimia yang berbahaya jika dibiarkan terurai begitu saja tanpa penanganan yang tepat.

Sampah seperti kaleng bekas cat atau semprotan obat nyamuk terkadang juga memiliki gas didalamnya yang jika diolah dengan proses pemanasan dapat menyebabkan ledakan, oleh sebab itu dimasukkan kedalam kategori sampah berbahaya.

Biasakan Sistem Pemilahan Sampah Sederhana di Rumah

Pemilahan Sampah Rumah Tangga
Sumber : shutterstock.com

Setelah mengenal berbagai macam dan jenis-jenis sampah rumah tangga, yuk mulai kita biasakan untuk memilah dan memisahkan sampah berdasarkan jenisnya. Kita bisa menyediakan tempat atau wadah untuk membuang sampah yang memiliki warna berbeda atau memiliki label di depannya agar kita meletakkan sampah pada tempat yang benar.

Memilah sampah bisa mempermudah kita saat mengelola sampah rumah tangga. PAda awalnya mungkin akan terasa merepotkan, namun jika kita sudah terbiasa maka manfaat yang didapat akan sangat banyak.

Menerapkan Konsep 3R (Reuse, Reduce, Recycle) di Rumah


Konsep ini mungkin sudah sering sekali kita dengar, tinggal bagaimana mempraktekkannya secara sederhana di rumah kita. Sebelum kita telusuri lebih jauh, tahukah kamu arti dari Reuse, Reduce, dan Recycle?

Pot Dari Botol Bekas
Sumber : sutika.info

Reuse berarti menggunakan kembali sampah rumah tangga yang masih bisa digunakan untuk fungsi yang sama ataupun berubah fungsi. Contohnya adalah menggunakan botol bekas air mineral sebagai pot tanaman.

Mengurangi Penggunaan Plastik
Sumber : VOA Indonesia

Reduce berarti mengurangi pemakaian segala sesuatu yang bisa menjadi sampah. Hal ini diutamakan untuk sampah-sampah anorganik seperti kantong plastik. Dengan mengurangi penggunaan kantong plastik dan menggantinya dengan tas belanja yang terbuat dari kanvas atau kantong kertas, sudah termasuk kegiatan yang bisa mengurangi produksi sampah dalam rumah tangga.

Selain contoh diatas, kita juga bisa menggunakan produk isi ulang (refill) ketimbang produk-produk sekali pakai. Hindari juga pembelian makanan yang dibungkus dengan Styrofoam, kita bisa menggantinya dengan kotak makan kertas yang mudah didaur ulang. Mengurangi penggunaan Styrofoam juga berkaitan dengan kesehatan kita loh.

Recycle berarti mendaur ulang sampah menjadi barang atau produk baru yang bermanfaat. Hal ini berkaitan dengan pemilahan sampah pada poin pembahasan kita sebelumnya. Sampah yang sudah dipilah, bisa kita olah menjadi suatu barang baru yang bermanfaat dan bisa memiliki daya jual tersendiri.

Kompos Dari Sampah Rumah Tangga
Sumber : pupukorganik.web.id

Sebagai contoh adalah pembuatan kompos dari sampah-sampah organik sisa kegiatan rumah tangga. Proses pengolahan sampah ini sudah sangat dikenal dan merupakan salah satu cara yang paling efektif, namun banyak masyarakat yang masih enggan melakukannya karena baunya yang menyengat dan kotor. Selain menjadi kompos, sampah organik juga bisa diolah menjadi pupuk cair yang lebih ramah lingkungan.

Mendaur Ulang & Membuat Kreasi dari Barang Bekas

Kreasi Barang Bekas - Karpet Kopi
Sumber : 3dindonesiaonline.blogspot.com

Membuat kreasi dari barang bekas termasuk salah satu kegiatan recycle. Sampah rumah tangga yang bisa kita pakai adalah sampah anorganik. Kreasi yang dibuat bisa sangat beragam, contohnya tikar dari kemasan plastik, tas dari kemasan sabun cuci, dan lain sebagainya.

Jika ditekuni dengan baik, kreasi dari sampah daur ulang bisa menjadi salah satu lahan usaha baru. Namun jika kita tidak ada waktu untuk membuatnya, kita bisa menjadi supplier bahan baku untuk para pengrajin kerajinan barang bekas. Salah satu hal sederhana yang harus kita lakukan jika menjadi penyedia bahan baku adalah memastikan bahan baku masih memiliki kualitas yang layak untuk diolah.

Untuk mendaur ulang sampah elektronik ataupun B3, kita bisa langsung membawanya ke pusat daur ulang. Membakar sampah rumah tangga bukanlah keputusan yang bijak, sampah B3 yang terdapat didalamnya dapat menghasilkan gas beracun yang menyebabkan pencemaran udara dan resiko menyebabkan kebakaran.

Mengolah sampah hasil rumah tangga tidak hanya bergantung pada satu anggota keluarga saja. Partisipasi dan kesadaran seluruh anggota keluarga dalam praktik pengelolaannya sangat mempengaruhi kesuksesan seluruh program. Maka dari itu, mari ajak seluruh anggota untuk mulai menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan rumah.

Mari mulai lakukan perubahan mulai dari hal-hal kecil yang bisa kita lakukan. Dari mulai diri sendiri, keluarga, tetangga,hingga lingkungan masyarakat. Hal kecil yang kita lakukan saat ini, akan membuat pengaruh yang besar pada masa depan kita.

Yuk mulai kita cintai dan rawat lingkungan sekitar kita, agar bumi tetap lestari! ▪AaH

Tidak ada komentar

Posting Komentar

Error 404

The page you were looking for, could not be found. You may have typed the address incorrectly or you may have used an outdated link.

Go to Homepage