Inspirasi Vertical Garden Anti-Mainstream yang Bisa Dibuat Dirumah

Main Posts Background Image

Main Posts Background Image Desain Interior Rumah Huni Anda

Sabtu, 06 Oktober 2018

Inspirasi Vertical Garden Anti-Mainstream yang Bisa Dibuat Dirumah

Vertical garden
Sumber : homebnc.com

Sesuai dengan namanya, vertical garden atau taman vertikal adalah sebuah taman yang dibangun pada bidang tegak lurus dengan tanah. Sebutan lain yang sering digunakan untuk taman vertikal ada beberapa, yaitu : taman dinding, living wall, green wall, dan lain sebagainya. Secara sederhana, vertical garden adalah taman horizontal yang didirikan atau dimiringkan.

Vertical garden pertama kali dipelopori di dunia internasional oleh seorang botanis berkebangsaan Perancis bernama Patrick Blanc. Ia sudah mengembangkan teknik menanam tumbuhan secara vertikal di dinding selama 40 tahun. Ia kemudian mendapatkan paten untuk sistem taman vertikal nya tersebut pada tahun 1988.

Fungsi taman adalah sebagai ruang terbuka hijau pada rumah, kantor, dan lainnya. Taman yang memiliki tumbuhan dan pohon yang rimbun juga bisa berfungsi sebagai salah satu penyuplai oksigen. Fungsi vertical garden sebenarnya hampir sama dengan taman pada umumnya. Bahkan, vertical garden memiliki fungsi lebih loh!

Hasil penelitian Wong Nyuk Hien di Singapura tentang vertical greenery system pada tahun 2010, menyatakan bahwa :
Vertical garden yang ditanam pada dinding perkantoran, akan membantu menurunkan suhu dalam ruangan sebanyak 20%. Sehingga perusahaan dapat menghemat pemakaian energi, terutama karena berkurangnya pemakaian AC (Air conditioner). Selain itu, vertical garden juga bisa menambah estetika keindahan pada gedung.”

Vertical garden bisa menjadi solusi bagi kita yang ingin memiliki taman, namun memiliki lahan terbatas. Terutama bagi yang berdomisili di kota-kota besar. Vertical garden bisa diaplikasikan pada dalam ruangan (indoor) maupun luar ruangan (outdoor). Vertical garden yang terletak pada dinding rumah atau kantor bisa mengurangi polusi udara, meningkatkan suplai oksigen, dan sebagai penahan panas matahari.

Terdapat 2 jenis sistem vertical garden, yaitu : Green facades dan living wall.

  • Green facades : adalah dinding yang ditumbuhi tanaman merambat yang langsung tumbuh di dinding.
  • Living wall : dinding yang diberi media tanam untuk media tumbuh tanaman. Terdiri dari rangka (frame), panel tanaman, sistem irigasi (penyiraman dan pemupukan), media tanam, serta tanaman tersebut.
Untuk membuat vertical garden bisa dilakukan dengan cara sederhana. Misalnya bisa menggunakan pipa PVC ataupun bambu yang difungsikan sebagai pot, dan disusun dari bawah ke atas. Selain itu, bisa juga menggunakan barang-barang bekas seperti botol plastik, kaleng bekas susu, dan lain sebagainya.

Vertical garden bisa menjadi media untuk pemiliknya menyalurkan ide-ide kreatif yang dimiliki ke tingkatan yang lebih tinggi. Berikut kami berikan beberapa inspirasi vertical garden yang unik, kece dan anti-mainstream.

PALLET KAYU BEKAS UNTUK VERTICAL GARDEN DENGAN DESAIN SIMPLE


Pallet kayu bekas yang biasa digunakan untuk alas pengiriman barang oleh kontainer, bisa dijadikan sebagai rangka yang simple untuk vertical garden. Dengan pallet kayu, kita bisa membuat vertical garden bertingkat dengan lebih mudah. Tinggal berikan papan pada setiap tingkatan kayu, dan kemudian isikan dengan media tanam.

Selain itu, keuntungan memakai pallet kayu adalah mudahnya untuk memasang paku. Sehingga, bagian permukaan pallet kayu bisa kita gantungkan pot-pot tanaman. Pallet kayu tersebut juga bisa kita kreasikan dengan mengecatnya oleh berbagai warna. Untuk membuatnya membutuhkan waktu paling tidak sekitar 1 sampai 2 jam jika bahan sudah disiapkan.

Pallet Vertical Garden
Sumber : i.pinimg.com

Kita bisa menanam bunga, tanaman hias, sayuran seperti tomat, tumbuhan basil, berbagai jenis selada, dan sayuran-sayuran lainnya. Jika pallet-pallet tersebut disusun di space yang lebar, jadilah sebuah kebun sayur milik kita sendiri.

VERTICAL GARDEN DENGAN POT BERTERBANGAN


Bagaimana caranya pot bisa berterbangan? Tentunya itu hanya ilusi optik saja (tidak beneran melayang). Kita bisa membuat pot yang terlihat seperti mengambang dengan cara menggantungkannya. Tema vertical garden seperti ini sering dikenal dengan sebutan airy garden backdrop.

Airy Garden Backdrop
Sumber : akadesign.ca

Bahan utama yang dibutuhkan adalah jaring kawat. Jaring kawat yang kita gunakan adalah jaring kawat yang biasa digunakan untuk membuat kandang ayam. Namanya adalah jaring harmonika. Selain itu, kita juga membutuhkan kawat besi untuk mengikat pot pada jaring. Rangka penyangga bisa terbuat dari besi atau kayu untuk menempelkan jaring kawat harmonika.

Pertama yang harus dilakukan adalah menempelkan jaring harmonika pada penyangga. Untuk proses ini, kita bisa meminta bantuan kepada tukang las. Setelah itu terpasang dengan rapi, kita tinggal menggantungkan pot tanaman di jaring tersebut. Kita bisa memakai pot dari tanah liat ataupun pot plastik. Sebelum digantungkan, pot bisa kita beri warna terlebih dahulu.

VERTICAL GARDEN YANG COLORFUL DAN KREATIF


Vertical garden yang penuh warna akan membuatnya semakin menarik dan sudah pasti eye catching. Padukanlah vertical garden yang akan kita buat dengan gaya rumah. Vertical garden yang colorful sangat cocok untuk rumah bergaya urban yang juga memiliki dasar tema colorful ataupun rumah modern minimalis yang bertujuan sebagai pemanis rumah.

Selain tanaman bunga yang berwarna-warni, kita bisa juga menambahkan warna pada aksesoris lainnya, seperti pot, kayu pallet, dll. Ada 2 macam pilihan warna yang bisa kita pilih. Warna-warna yang “ngejreng” atau warna pastel yang lembut. Keduanya memiliki karakteristik yang berbeda. Warna yang “ngejreng” akan membuat taman mencolok, ceria, ramai dan membuatnya jadi pusat perhatian. Sedangkan, warna pastel akan membuat taman menjadi kalem tapi tetap menunjukkan keceriaan.

pastel vertical garden
Sumber : homebnc.com

Kita juga bisa mengkreasikan vertical garden dengan tema-tema yang anti-mainstream. Barang-barang bekas bisa dipakai dan dipergunakan sebagai pot tanaman. Contohnya seperti beberapa foto dibawah ini :

Bingkai foto yang di warnai dengan warna biru bertema ombre

Ombre Frame Vertical Garden
Sumber : rollinggreens.com

Daripada dibuang sepatu boot bekas bisa kita manfaatkan juga sebagai pot tanaman. Selain itu, barang elektronik kecil bekas (Microwave, Printer, telepon, dll) yang tidak terpakai bisa kita gantungkan di vertical garden juga loh.

Sumber : (1) hips.heartsapp.com, (2) mamikos.com

VERTICAL GARDEN YANG MEMILIKI BANYAK KANTONG


Ini adalah sistem vertical garden yang paling murah dan paling sederhana pengaplikasiannya. Vertical garden ini akan memiliki banyak kantong yang tersusun rapi dan berfungsi sebagai tempat untuk menanam tanaman. Maka, kita harus mencari bahan yang sesuai untuk ditumbuhi tanaman.

Bahan yang biasa digunakan adalah lembaran filter geotextile maupun bahan screen. Bahan-bahan tersebut memiliki sifat yang mampu menahan media tanam, tetapi masih mampu untuk mengalirkan sistem pengairan media. Bahan-bahan tersebut akan dijahit membentuk kantong dengan mesin jahit khusus kain ukuran tebal, seperti jeans atau terpal).

Sumber : agroday.com.ua

Vertical garden dengan penanaman seperti ini, jika sudah semakin rimbun akan membuat dinding rumah kita tertutup tumbuhan. Kita bisa memilih tumbuhan yang memiliki ukuran daun sedang hingga besar. Sistem seperti ini dikenal juga dengan sebutan “Living Wall of Leaves”.

Cara merawat vertical garden tidak jauh beda dengan merawat taman pada umumnya. Kita harus rajin membersihkan daun-daun kering, mencabuti gulma yang tumbuh, dan menyiramnya setiap hari. Jika vertical garden kita memiliki sistem perairan sendiri, selalu pastikan semua berjalan dengan semestinya.

Kita bisa mengkreasikan vertical garden sesuai kreatifitas kita. Besarnya biaya yang dikeluarkan tergantung dengan bahan-bahan yang digunakan. Pemanfaatan barang-barang bekas dirumah bisa dilakukan sebagai salah satu cara menghemat biaya. Selamat berkreasi !!! ~AaH

Tidak ada komentar

Posting Komentar

Error 404

The page you were looking for, could not be found. You may have typed the address incorrectly or you may have used an outdated link.

Go to Homepage