Hubungan antara Feng Shui dengan Logika

Main Posts Background Image

Main Posts Background Image Desain Interior Rumah Huni Anda

Minggu, 14 Oktober 2018

Hubungan antara Feng Shui dengan Logika

kompas feng shui



Sebagai penduduk Indonesia, tentunya kata feng shui pernah terlintas di kepala, baik karena dipicu oleh obrolan seseorang di sekitar maupun karena muncul di berita cetak ataupun elektronik. Feng shui sendiri bukanlah sekedar kebudayaan spiritual dari Tiongkok seperti yang dipandang oleh orang-orang selama ini. Di balik istilah-istilah dalam feng shui yang sedikit asing bagi orang-orang yang tidak biasa mendengarnya, terdapat hubungan antara feng shui dengan logika ilmu pengetahuan modern.

Jika diartikan secara harfiah, feng shui merupakan “angin-air” dalam bahasa Indonesia. Istilah ini merupakan steno, atau huruf yang dipendekkan dengan maksud agar dapat menulis dengan lebih cepat. Feng shui adalah ilmu semu yang berasal dari Tiongkok, yang memfokuskan kegiatannya untuk menyelaraskan diri seorang individu dengan lingkungan sekitarnya menggunakan kekuatan energi.
Ada hal yang perlu diperhatikan mengenai hubungan antara feng shui dengan logika, yaitu bahwa tidak semua aspek feng shui dapat dijelaskan dengan logika ilmu pengetahuan modern.
Berikut akan dibahas beberapa aspek feng shui yang memiliki hubungan dengan logika ilmu pengetahuan modern.

Rumah yang berada pada posisi “tusuk sate”

rumah tusuk sate
Rumah yang terletak di tengah-tengah pertigaan jalan, atau yang biasa disebut dengan rumah tusuk sate.

Posisi tusuk sate adalah posisi yang terletak di titik bertemunya tiga jalan dari tiga arah yang berbeda. Dalam feng shui, rumah dengan posisi ini dinilai tidak baik bagi kesehatan penghuninya. Jika dilihat dari sudut pandang logika ilmu pengetahuan modern, hal ini masuk akal.

Rumah di posisi tusuk sate cenderung lebih mudah diterpa debu dari kendaraan-kendaraan yang melintas di jalan, dibandingkan dengan rumah yang terletak di pinggir jalan. Terlebih lagi jika kondisi jalan di depan rumah tersebut memang mudah berdebu, seperti jalan yang terbuat dari tanah atau pasir.
Agar debu dari jalanan tidak langsung masuk ke dalam rumah dan menimbulkan penyakit bagi penghuninya, di halaman rumah bisa ditanam pohon besar yang dapat menjadi penghalang untuk debu.

Rumah yang memiliki banyak sekat ruangan

sekat ruangan
Rumah yang memiliki banyak sekat ruangan.

Rumah bersekat-sekat yang dimaksud di sini adalah rumah yang memiliki banyak ruangan di dalamnya dan ruangan-ruangan tersebut benar-benar tertutup dengan dinding di keempat sisinya. Menurut teori feng shui, rumah yang memiliki banyak sekat ruangan akan membuat qi atau energi kehidupan di dalam rumah tersebut hanya terpusat di suatu ruangan dan tidak bisa mengalir dengan bebas. Qi yang tidak mengalir dengan bebas dianggap dapat menyebabkan penghuni rumah tersebut sakit-sakitan.
Rumah yang memiliki banyak sekat ruangan akan menyebabkan rumah terasa sempit dan membatasi aktivitas yang dapat dilakukan di rumah tersebut.
Masalah tersebut dapat diatasi dengan membuat open space di tengah-tengah rumah, sehingga rumah pun akan terasa lebih luas dan lebih nyaman untuk dipakai beraktivitas. Sesuai dengan aturan feng shui, qi di dalam rumah tersebut pun akan megalir dengan seimbang ke seluruh penjuru rumah.

Posisi tempat tidur yang menghadap pintu kamar

tempat tidur menghadap pintu
Kepala tempat tidur yang menghadap pintu kamar tidur.

Posisi tempat tidur di dalam kamar termasuk salah satu aspek yang diperhatikan dalam feng shui. Jangan sampai kepala tempat tidur menghadap pintu, baik itu pintu kamar mandi di dalam kamar maupun pintu yang menuju ke luar ruangan. Pada kasus ini, hubungan antara feng shui dan logikanya adalah posisi tersebut dapat mengganggu privasi penghuni kamar. Jika ada seseorang yang sedang tidur dan ada yang ingin masuk ke dalam kamar, ia akan disambut pertama kali dengan pemandangan orang tidur di atas tempat tidur.
Sebaiknya, tempat tidur diletakkan sejajar dengan pintu kamar. Dengan begitu, penghuni kamar masih bisa menyadari jika ada yang memasuki kamar namun privasinya tidak terganggu sama sekali.

Posisi meja kerja yang membelakangi pintu ruangan

meja kerja membelakangi pintu
Meja kerja yang membelakangi pintu ruangan.

Menurut teori feng shui, meja kerja yang posisinya membelakangi pintu ruangan dipercaya dapat menurunkan produktivitas. Oleh karena itu, sangat dianjurkan untuk memposisikan meja kerja agar menghadap pintu atau setidaknya di sebelah kanan atau kiri pintu.

Tentu saja, kepercayaan ini ada benarnya. Jika kita bekerja membelakangi pintu, lalu lintas keluar masuk pintu tidak dapat terlihat oleh mata. Oleh karena itu, muncul perasaan tidak nyaman yang akan mengakibatkan kinerja menjadi menurun karena tidak fokus. Dengan posisi meja kerja yang menghadap pintu ruangan, pekerja pun merasa aman dan terlindungi serta lebih mudah untuk berkonsentrasi.

Kebersihan dapur

dapur bersih
Dapur yang bersih, mulai dari peralatan masak sampai perabot dapur.

Dalam feng shui, dapur sering disebut sebagai area energi negatif. Qi atau energi kehidupan mudah untuk terjebak di dalam peralatan masak dan laci-laci lemari dapur, terutama jika kondisinya kotor. Oleh karena itu, para ahli feng shui selalu menganjurkan untuk menjaga kondisi dapur dari karat dan korosi.
Menurut sudut pandang logika, jika peralatan masak berkarat, maka makanan yang dimasak pun tidak akan aman untuk kesehatan karena telah terkontaminasi dengan unsur-unsur berbahaya dari karat pada peralatan tersebut.
Rumah yang nyaman dan menyenangkan untuk ditinggali adalah rumah yang bersih, rapih, indah dan terawat dengan baik. Syarat-syarat tersebut dapat dipenuhi berbarengan dengan mengikuti teori-teori feng shui, karena sesungguhnya beberapa aspek feng shui masih berhubungan dengan logika ilmu pengetahuan. Selamat berkreasi!!! ▪ NHF

Tidak ada komentar

Posting Komentar

Error 404

The page you were looking for, could not be found. You may have typed the address incorrectly or you may have used an outdated link.

Go to Homepage